Tanah Longsor di Pahae Julu, Dua Orang Meninggal Dunia dan Jalan Nasional Tarutung–Sipirok Terputus
TAPANULI UTARA – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang selamat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 16.30 WIB akibat cuaca ekstrem yang memicu longsoran material tanah di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan pemantauan kebencanaan BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, tiga orang berada di dalam satu unit mobil pikap jenis Isuzu Traga yang terdampak longsor. Dua korban, yakni Boy Nasution (43), seorang wiraswasta, dan Diba br. Hasibuan (38), dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit di dalam kendaraan yang tertimbun material longsoran. Sementara itu, Fajar Amri (34), yang berprofesi sebagai pengemudi dan berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama BPBD, TNI/Polri, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), perangkat kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat setempat melakukan upaya penanganan darurat. Petugas dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsoran sekaligus melakukan proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun.
Pada pukul 17.00 WIB, alat berat jenis backhoe loader milik PT Nusantara Hidrotama (NH) tiba di lokasi untuk membantu proses pembersihan material longsor. Aparat kepolisian dari Polsek Pahae Julu bersama masyarakat juga melakukan upaya evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di dalam kendaraan.
Akibat kejadian ini, akses Jalan Nasional Tarutung–Sipirok terputus total, sehingga mengganggu arus lalu lintas pada jalur tersebut. Selain itu, satu unit mobil pikap Isuzu Traga mengalami kerusakan parah akibat tertimbun material longsoran.
BPBD Kabupaten Tapanuli Utara terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kejadian tersebut. Masyarakat yang melintasi kawasan rawan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat dan cuaca ekstrem, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor yang berpotensi terjadi di wilayah dengan kondisi geografis berbukit dan curah hujan tinggi.
Sumber informasi: Tim Polres Tapanuli Utara dan BPBD Kabupaten Tapanuli Utara.
DI INFORMASIKAN OLEH :
BPBD Kab Tapanuli Utara
Instagram : bpbd.taputkab
Youtube : BPBD TAPUT KAB
Website : bpbd.taputkab.go.id