Cuaca Ekstrem Kembali Melanda Tapanuli Utara, Sejumlah Wilayah Dilanda Banjir dan Tanah Longsor


TAPANULI UTARA – Cuaca ekstrem yang disertai curah hujan tinggi kembali melanda Kabupaten Tapanuli Utara pada Rabu, 20 Mei 2026 hingga Kamis, 21 Mei 2026. Kondisi tersebut mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, disertai kerusakan akses jalan, lahan pertanian, rumah warga, serta infrastruktur pengairan.

Berdasarkan laporan pemantauan kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, kejadian bencana dilaporkan terjadi di Kecamatan Simangumban, Sipahutar, Siatas Barita, Purbatua, dan Siborongborong. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka, sementara jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.

Di Kecamatan Simangumban, tanah longsor terjadi di dua titik di kawasan Sipabang, Desa Dolok Sanggul, yang mengakibatkan akses jalan terputus. Sementara itu, luapan air sungai di Desa Silosung menyebabkan akses jalan dari Desa Simangumban Jae menuju Desa Silosung tidak dapat dilalui. Luapan air juga mengakibatkan areal persawahan terendam serta tertimbun pasir dan lumpur.

Di Kecamatan Sipahutar, luapan Sungai Aek Nalas di Dusun Ambar Hoda, Desa Onan Runggu I, mengakibatkan sekitar enam hektare lahan persawahan tergenang. Selain itu, luapan Sungai Aek Siboruan di Dusun Lumban Rihit, Desa Onan Runggu III dan Desa Onan Runggu IV, menyebabkan sekitar dua hektare lahan persawahan turut terdampak.

Sementara itu, di Kecamatan Siatas Barita, banjir terjadi di Desa Pansurnapitu akibat meningkatnya debit Sungai Batang Toru setelah hujan dengan intensitas tinggi. Sejumlah warga terdampak memilih mengungsi ke rumah tetangga, sedangkan sebagian lainnya tetap bertahan di rumah karena genangan air umumnya mencapai teras rumah dengan ketinggian sekitar mata kaki. Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut setelah hujan reda. Areal pertanian yang terdampak, meliputi tanaman padi, jagung, bawang, cabai, dan sayuran, masih dalam proses pendataan. Masyarakat juga menyampaikan perlunya peninjauan dan normalisasi sungai karena adanya gundukan tanah dan kayu yang diduga menghambat aliran air.

Di Kecamatan Purbatua, luapan Sungai Batang Toru, Aek Mahansan, dan Aek Bongbongan mengakibatkan akses jalan dari Desa Sibulanbulan menuju Simangumban tidak dapat dilalui. Banjir juga merendam areal persawahan di Saba Raisan, Saba Aek Bulanbulan, dan Saba Tolong, termasuk persawahan di Desa Sidua Bahal dan Desa Sitolu Bahal. Selain itu, empat rumah warga di Desa Sibulanbulan dilaporkan terendam, sementara dampak banjir terhadap rumah dan lahan pertanian di Desa Sitolu Bahal juga dilaporkan terjadi.

Adapun di Kecamatan Siborongborong, infrastruktur irigasi persawahan Sampuraga di Desa Lobu Siregar I dilaporkan putus total sehingga tidak dapat berfungsi. Kerusakan tersebut berpotensi mengganggu pengairan lahan pertanian dan mengancam hasil panen padi masyarakat dengan perkiraan luas terdampak sekitar 100 hektare.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama BPBD, TNI/Polri, perangkat kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat setempat melakukan koordinasi serta penanganan terhadap wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga mengerahkan alat berat menuju Kecamatan Siatas Barita untuk melaksanakan normalisasi sungai guna membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir berulang.

BPBD Kabupaten Tapanuli Utara terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk jumlah pengungsi, kerusakan infrastruktur, serta kerugian pada sektor pertanian. Koordinasi dengan perangkat daerah dan unsur terkait juga diperlukan untuk mempercepat penanganan darurat serta mengidentifikasi kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.

BPBD Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor, mengingat curah hujan tinggi dapat menyebabkan peningkatan debit sungai dan pergerakan tanah. Masyarakat diharapkan menghindari daerah rawan longsor, tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang atau terputus, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.

Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI/Polri, perangkat desa, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak bencana dapat berjalan dengan cepat dan tepat serta risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.

Sumber informasi: BPBD Kabupaten Tapanuli Utara.

Informasi resmi BPBD Kabupaten Tapanuli Utara:

  • Instagram: @bpbd.taputkab

  • YouTube: BPBD TAPUT KAB

  • Website: bpbd.taputkab.go.id

#SiagaBencana #SiapUntukSelamat #SalamTangguh